, ,

Semangat HUT Kota Dan RI Di Stand Penuh Makna Lapas Baubau

oleh -1012 Dilihat

Karya dari Balik Jeruji: Lapas Baubau Pamerkan Kreasi Warga Binaan di Festival UMKM Kota

Mediaex Baubau- Semangat Hari Ulang Tahun HUT Kota Baubau yang ke-484 dan HUT Kemerdekaan RI yang ke-77 tidak hanya dirayakan dengan gemerlap pesta dan karnaval. Di tengah hiruk-pikuk Festival Kuliner UMKM di Lapangan Kotamara, hadir sebuah stand yang menyimpan kisah penuh makna tentang pembangkitan dan harapan. Stand tersebut adalah milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Baubau, yang dengan bangga memamerkan berbagai produk unggulan hasil karya tangan terampil Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Semangat HUT Kota Dan RI Di Stand Penuh Makna Lapas Baubau
Semangat HUT Kota Dan RI Di Stand Penuh Makna Lapas Baubau

Baca Juga : Semangat Baru Di Ulang Tahun ke-484 Baubau Bangkitkan Geliat Ekonomi Kreatif

Keikutsertaan Lapas Baubau dalam festival ini bukan sekadar formalitas

Ia hadir sebagai simbol nyata kebersamaan yang erat antara pemerintah, pelaku UMKM, dan seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang dalam proses pembinaan. Letak strategis stand, tepat di sebelah kanan panggung utama, seolah menjadi pernyataan: “Kami ada, kami bagian dari masyarakat, dan kami berprestasi.”

Beragam olahan kuliner menarik perhatian pengunjung yang lalu-lalang. Aneka keripik dengan cita rasa unik, yang diracik dari bahan pangan lokal Baubau, menjadi primadona. Setiap kemasan produk tidak hanya menyimpan kelezatan, tetapi juga cerita tentang proses belajar, ketekunan, dan semangat bangkit para WBP.

“Semua produk ini adalah buah tangan langsung dari warga binaan kami. Keikutsertaan kami dalam festival ini merupakan wujud komitmen dan sinergi antara Lapas dengan Pemerintah Daerah untuk mendukung pengembangan UMKM lokal, khususnya yang berasal dari WBP melalui program pembinaan kemandirian,” tegas Kepala Lapas Kelas IIA Baubau, Tubagus M. Chaidir, dengan penuh semangat.

Dukungan dan apresiasi pun mengalir deras. Wali Kota Baubau, Dr. H. AS Tamrin, MH, bersama Wakil Wali Kota dan sejumlah tamu undangan terkemuka, secara khusus menyambangi stand Lapas. Mereka tidak hanya melihat dari jauh, tetapi mencicipi langsung dan memberikan pujian atas kreativitas dan kualitas produk yang dihasilkan. Kunjungan ini menjadi suntikan motivasi yang sangat berharga bagi para WBP.

Tubagus menambahkan bahwa partisipasi dalam festival semacam ini memiliki makna ganda

“Di satu sisi, ini adalah sarana promosi dan pemasaran yang efektif untuk memperkenalkan karya WBP kepada khalayak luas. Di sisi lain, ini adalah upaya strategis untuk memperkuat citra positif Lembaga Pemasyarakatan. Kami ingin masyarakat melihat bahwa Lapas bukan lagi sekadar tempat penghukuman, tetapi sebagai center of empowerment—pusat pemberdayaan yang aktif, kreatif, dan produktif,” paparnya.

Melalui setiap bungkus keripik yang terjual, terselip sebuah pesan optimis: masa lalu tidak menentukan masa depan. Lapas Baubau, dengan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, terus berkomitmen untuk membekali WBP dengan keterampilan hidup yang berguna. Tujuannya jelas: mempersiapkan mereka untuk reintegrasi yang mulus ke dalam masyarakat, tidak hanya sebagai warga yang bebas, tetapi sebagai warga yang mandiri, produktif, dan penuh percaya diri untuk memulai babak baru kehidupan mereka.

Kunjungan Wali Kota itu tidak hanya memotivasi para Warga Binaan, tetapi juga langsung membuktikan besarnya minat masyarakat. Pengunjung festival pun berduyun-duyun mendatangi stand Lapas. Mereka tidak sekadar ingin tahu, melainkan antusias membeli dan menikmati aneka keripik produksi WBP. Suasana stand pun menjadi sangat hidup dan ramai.

Tak lama setelah kunjungan Wali Kota, antrean kecil mulai terbentuk

Ibu-ibu, anak muda, dan keluarga mencoba sampel gratis sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli. “Rasanya enak dan kriuk, tidak kalah dengan produk di pasaran,” komentar seorang pengunjung sambil membeli beberapa bungkus keripik singkong pedas.

Selama festival berlangsung, Semangat HUT para petugas dan WBP yang mengelola stand tidak pernah surut. Mereka dengan gesit melayani, menjelaskan, dan berinteraksi dengan setiap pelanggan. Bahkan, mereka juga secara aktif mencatat masukan dari pembeli untuk perbaikan produk ke depannya. Interaksi langsung ini memberikan pelajaran berharga tentang dunia usaha dan pelayanan pelanggan.

Kepala Lapas, Tubagus M. Chaidir, dengan cermat mengamati respons pasar ini. Berdasarkan antusiasme yang tinggi ini, ia segera menyampaikan rencana lanjutan. “Kami melihat peluang yang sangat besar.

Pada akhirnya, partisipasi sukses Lapas Baubau dalam festival ini membawa angin segar. Pencapaian ini bukanlah garis finis, melainkan sebuah titik awal yang membanggakan. Ke depan, Lapas Baubau berkomitmen untuk terus melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang siap bersaing, membuktikan bahwa proses pembinaan yang manusiawi dan produktif mampu menciptakan perubahan nyata bagi WBP dan masyarakat Kota Baubau secara keseluruhan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.